Happy Graduation Sayang...
Selamat wisuda ya, Sayang.
Lewat tulisan ini, aku ingin mengingat sejenak ke belakang, melihat kembali perjalanan yang sudah kamu lalui hingga sampai di hari ini. Mengawali cerita ini, aku ingin menyampaikan betapa beruntungnya aku. Sebagai cowok, apalagi sebagai pasanganmu, aku beruntung bisa ada di sampingmu, menemani masa-masa perkuliahanmu.
Semester 7, masa di mana kamu harus mengambil mata kuliah PPI yang nantinya akan menjadi Tugas Akhir. Semua kebingungan diawali dengan memilih Dosen Pembimbing I. Kandidatnya ada Ibu Farda, Ibu Endang, atau Pak Nanang. Setelah melalui kebingungan itu, nama Pak Nanang muncul sebagai Dosen Pembimbing I kamu.
Kebingungan tidak hanya sampai di situ. Selanjutnya, kamu harus memilih objek untuk penelitian, karena untuk metode, kamu sudah bisa langsung memutuskan memilih anlay sebagai metodenya. Ada banyak objek yang aku sarankan saat itu, dan akhirnya Moco keluar sebagai kandidat yang paling kuat. Hari demi hari berjalan, dan bimbingan demi bimbingan kamu lalui bersama Pak Nanang, sampai akhirnya pada tanggal 31 Desember 2024, kamu berhasil melalui presentasi Sempro, Sayang. Sebuah langkah awal yang sangat membanggakan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Aku selalu senang setiap kali kamu ajak keluar untuk menemanimu mengerjakan TA. Bahkan, walau hanya menemani begadang lewat sambungan telepon, momen-momen itu terasa berkesan. Semua itu berjalan sesuai dengan alurnya, meninggalkan kesan manis hingga saat ini.
Yeahhh, beberapa foto di atas mungkin bisa mewakili perjalananmu dalam mengerjakan TA. Dan sekali lagi, aku sangat-sangat senang bisa menjadi bagian dan terlibat langsung dalam babak penting hidupmu ini.
Waktu berjalan tidak begitu lama. Februari 2025 kamu memulai perjalanan Semester 8, kita jalani bersama hari demi hari. Sedih, senang, bahkan marah pun kita lalui bersama. Hanya butuh waktu enam bulan. Di bulan Juli, tepat sehari sebelum ulang tahunmu, kamu menjalani sidang penentu: Sidang Tugas Akhir.
Saat hari sidang tiba, entah mengapa aku ikut larut dalam keteganganmu. Sebelum masuk ruang sidang, aku sudah gugup, dan ketika kamu sidang, aku lebih gugup lagi. Aku menatapmu dari balik kaca pembatas pintu sidang, dan yaaa, semua itu akhirnya bisa kamu lewati juga, Sayang. Kamu hebat.



Akhirnya, setelah semua bebanmu terlepas, kita bisa kembali lagi keluar untuk bersenang-senang di bulan Agustus. Namun, kita juga sempat harus melewati LDR sebentar di bulan September, sebelum hari ini tiba. LDR pun tak jadi masalah, asalkan itu bersamamu, Sayang.
Dan tiba waktunya, 27 November 2025. Semua jerih payah dan rintangan yang telah kamu lalui semasa kuliah akan dirayakan di Hari Wisudamu ini, Sayang.
Selamat wisuda ya, Sayang Angel Nauli Anastasya Situmeang S.T.
Mami dan Papi sudah pasti sangat bangga memiliki putri pertama dan satu-satunya yang hebat sepertimu. Adik-adikmu pasti ikut bangga punya kakak yang jadi panutan mereka kelak. Sayang, kamu adalah wanita hebat. Sampai detik ini, aku selalu bersyukur punya kamu, dan selalu bersyukur menjadi bagian hidupmu. Di hari wisuda ini, aku lebih banyak terharu melihat perjalananmu selama akhir perkuliahan ini, Sayang.
So proud of you, Sayang. Teruslah melangkah, karena ke depannya akan lebih banyak lagi yang harus kita lewati, dan itu WAJIB BERSAMAKU. Kita hadapi berdua ya, Sayang, entah itu yang orang sebut kerasnya kehidupan atau kenyataan. Saat kita menyatu, rasanya kita selalu punya dunia dan kenyataan kita sendiri. Jadi, jangan pernah takut, Sayang.
Jika ini adalah genggaman tangan, maka peganglah lebih erat lagi. Jika ini adalah sabuk pengaman, maka kencangkanlah, Sayang. Kita hadapi semuanya sama-sama, ya Sayang. Me and you against the world, Come on babe!!!
Dan akhirnya, Sayang, kita berdua sudah wisuda. Meskipun di hari wisudaku kamu nggak jadi pasanganku waktu itu, kita sempat putus, kamu bahkan nggak menyimpan lagi foto wisudaku di galeri kamu, malah kamu masih menyimpan foto kamu berdua di wisudaan cowok lain, hehe. Tapi tak apa, kesampingkan dulu soal itu. Yang penting, kamu bahagia, Sayang.
Doa aku, semoga ke depannya Sayang cepet dapet kerja, dimudahin juga segala urusannya, dan yang paling penting, di setiap langkah yang kamu ambil, aku selalu ada. Aku berharap semua rencana baik kamu tercapai, dan buat kedepannya juga, asal sama aku ya Sayang, hehe. Love you.





Komentar
Posting Komentar